Pengertian Mudzakkar dan Mu’annats dalam Bahasa ‘Arab

Salah satu materi dasar yang harus kita kuasai dalam bahasa ‘Arab adalah materi tentang pembagian kata benda (isim) ke dalam kategori mudzakkar (laki-laki) dan mu’annatas (perempuan).

Mungkin, kalian tidak akan bingung jika manusia atau hewan dikelompokkan dalam kategori “laki-laki” dan “perempuan”, akan tetapi bagaimana jika benda mati juga dikelompokkan ke dalam kategori “laki-laki” dan “perempuan”? Inilah yang menjadi ciri khas dalam bahasa ‘Arab yang tidak terdapat pada bahasa lainnya.

Pengertian Isim

Di dalam bahasa ‘Arab, isim atau kata benda meliputi beberapa hal:

  1. manusia (انسان)
  2. hewan (حيوان)
  3. tumbuhan (نبات)
  4. benda mati (جماد)

Keempat hal ini merupakan elemen yang ada di muka bumi atau bisa kita katakan, segala hal yang terdapat di muka bumi dapat disebut sebagai isim.

Pembagian Isim ke dalam Mudzakkar dan Mu’annats

Dalam bahasa ‘Arab, isim atau segala benda yang ada di dunia ini dikelompokkan ke dalam kelompok “mudzakkar” dan kelompok “mu’annats” dan pemahaman kita atas benda-benda mana yang termasuk “mudzakkar” dan “mu’annats” dapat membantu kita untuk berbicara bahasa ‘Arab secara benar.

Sebab, kata tunjuk (ismul isyaroh) dalam bahasa ‘Arab juga dibedakan antara kata tunjuk yang digunakan untuk menunjuk benda mudzakkar seperti هذا (ini) atau ذلك (itu) dan benda mu’annats seperti هذه (ini) dan تلك (itu). Rumusnya adalah:

  • kata tunjuk mudzakkar + benda mudzakkar, contoh هذا كتاب (ini adalah buku bacaan)
  • Kata tunjuk mu’annats + benda mu’annats, contoh هذه كراسة (ini adalah buku tulis)

Jika kita menggunakan kata tunjuk mudzakkar untuk benda mu’annats maka kita membuat kesalahan gramatikal (لحن) dalam bahasa ‘Arab.

Ciri-Ciri Isim Mudzakkar

Ciri-Ciri Umum Mudzakkar

Secara umum, semua kata benda yang tidak diakhiri dengan huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) termasuk ke dalam kelompok mudzakkar (laki-laki). Contohnya sebagai berikut:

  • دُكَّانٌ (toko)
  • مَقْعَدٌ (bangku)
  • كُرْسِيٌّ (kursi)
  • مَكْتَبٌ (meja)
  • بَابٌ (pintu)

Kalau kita perhatikan secara seksama, maka kita tidak akan menemukan huruf ta’ marbuthoh pada ujung/ akhir dari kosa-kata di atas. Itu artinya, semua kosa kata itu termasuk ke dalam kelompok mudzakkar (laki-laki).

Mudzakkar yang Mempunyai  Ciri Mu’annnats (ة / ـة)

Namun, ada sebagian isim mudzakkar yang diakhiri dengan huruf ta marbuthoh (ة / ـة) dan ini merupakan pengecualian. Contoh dari pengecualian ini adalah nama-nama orang seperti di bawah ini:

  • مَيْسَرَةُ (Maisaroh)
  • أُسَامَةُ (Usamah)
  • مُعَاوِيَةُ (Mu’awiyah)

Ciri-Ciri Isim Mu’annats

Ciri-Ciri Umum Mu’annats

Secara umum, semua kata benda yang diakhiri dengan huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) termasuk ke dalam kelompok mu’annats (perempuan). Contohnya sebagai berikut:

  • كُرَّاسَةٌ (buku tulis)
  • نَافِذَةٌ (jendela)
  • مَدْرَسَةٌ (sekolah)
  • خِزَانَةٌ (lemari)
  • مِنَشَّةٌ (kemoceng)

Kalau kita perhatikan secara seksama, maka kita akan menemukan huruf ta’ marbuthoh pada ujung/ akhir dari kosa-kata di atas. Itu artinya, semua kosa kata itu termasuk ke dalam kelompok mu’annats (perempuan).

Bentuk-Bentuk Khusus Mu’annats

Pada bagian di atas, kita telah mengetahui bahwa, pada umumnya, mu’annats dicirikan dengan adanya huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) pada akhir kosa kata. Namun, sebetulnya, ada sebagian kecil kosa kata mu’annats yang tidak diakhiri dengan tanda tersebut.

Sebagian mu’annats mengambil bentuk khusus sebagai berikut:

  1. Kosa kata dari sebuah benda yang berpasangan. Contoh, sendal (نعل), mata (عَيْنٌ), atau telinga (أُذُنٌ). Benda-benda ini termasuk mu’annats meskipun tidak memiliki ta’ marbuthoh (ة / ـة) pada akhirnya.
  2. Kosa kata Arab yang diakhiri dengan huruf Alif, baik Alif Mamdudah (Alif yang tegak berdiri seperti pada umumnya), yang terkadang diikuti dengan huruf hamzah, maupun Alif Maqshuroh (Huruf ي di akhir kosa kata yang berfungsi seperti fungsi Alif, yakni membuat kosa kata itu  menjadi panjang). Contohnya adalah صَحْرَاءُ (gurun pasir) dan أََفْعَى (ular). Adapun beberapa nama laki-laki yang memiliki tanda mu’annats ini dianggap sebagai pengecualian, contohnya زَكَرِيَّا.
  3. Nama-nama negeri, negara, atau kota. Contohnya إِنْدُوْنِيْسِيَا (Indonesia), مِصْرَ (Mesir), جَاكَرْتَا (Jakarta), قاهِرَة (Kairo).

Untuk memudahkan, berikut infografik mengenai mudzakkar dan mu’annats:

Adapun jika kamu ingin mempelajari mudzakkar dan mu’annats dalam bentuk video, yang pastinya lebih menarik, kamu bisa menonton video Mister Arie berikut:

 

Untuk menambah pengetahuanmu tentang kosa kata bahasa ‘Arab yang termasuk mudzakkar dan mu’annats, silakan menghafalkan kosa kata yang terdapat pada infografik berikut:

 

Demikian, ciri-ciri isim mudzakkar dan mu’annats yang perlu kita ketahui dalam bahasa ‘Arab. Artikel ini tidak lain dan tidak bukan, berfungsi hanya sebagai pengantar. Kalian masih perlu membaca dan menghafal kosa kata dari buku-buku atau kamus-kamus bahasa ‘Arab untuk lebih dapat mendalami kata-kata benda yang termasuk ke dalam mudzakkar dan mu’annats.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: