sahabat pai logo new
Facebook
WhatsApp
Email

Teori yang Mendasari PBL (Project-based Learning)

john dewey

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) didukung oleh beberapa teori belajar dan perkembangan, terutama berlandaskan pada perspektif konstruktivis.

  1. Teori Perkembangan Kognitif Piaget
  • Inti Teori: Anak-anak bersifat ingin tahu dan secara aktif berusaha memahami dunia sekitarnya untuk membangun representasi tentang lingkungan (perspektif konstruktivis kognitif).
  • Konsep Kunci PBL:
    • Pembelajar Aktif: Siswa terlibat aktif dalam memperoleh informasi dan membangun pengetahuannya sendiri.
    • Dinamika Pengetahuan: Pengetahuan bersifat dinamis; pengalaman baru memaksa pelajar untuk memodifikasi pengetahuan yang sudah ada (melalui proses asimilasi dan akomodasi).
    • Pedagogi yang Baik: Melibatkan anak untuk bereksperimen, memanipulasi, mengajukan pertanyaan, dan mencari jawaban sendiri.
  1. Teori Belajar Sosial-Konstruktivisme Vygotsky
  • Inti Teori: Menekankan pentingnya aspek sosial dalam pembelajaran, karena interaksi sosial memicu ide-ide baru dan meningkatkan intelektual individu.
  • Konsep Kunci PBL:
    • Zona Perkembangan Proksimal (ZPD): Perbedaan antara tingkat perkembangan aktual (kemampuan belajar sendiri) dan tingkat perkembangan potensial (yang dapat dicapai dengan bantuan orang lain, seperti guru atau teman sebaya yang lebih mampu).
    • Peran Bantuan: Pendidikan terjadi melalui interaksi sosial dengan tantangan yang sesuai dalam ZPD, memfasilitasi pembelajaran baru.
  1. Teori Bruner dan Discovery Learning
  • Inti Teori: Dikenal sebagai Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning), yang bertujuan membantu peserta didik memahami struktur atau ide kunci dari suatu disiplin ilmu melalui keterlibatan aktif.
  • Konsep Kunci PBL:
    • Penemuan sebagai Pembelajaran Sejati: Yakin bahwa penemuan secara pribadi adalah pembelajaran yang benar, di mana siswa secara aktif menemukan kembali (bukan menemukan sesuatu yang benar-benar baru) pengetahuan.
    • Penalaran Induktif: Menekankan pada penalaran induktif (menyelidiki, metode ilmiah, penyelesaian masalah) daripada deduktif.
    • Scaffolding: Guru memberikan bantuan sementara untuk membantu pelajar memahami masalah di luar kapasitas perkembangannya saat ini.
    • Proses Kognitif: Melibatkan proses memperoleh informasi baru (information), mengubah informasi yang diterima (transformation), dan mengukur relevansi/akurasi pengetahuan (evaluation).
  1. Teori John Dewey (Kelas Sebagai Laboratorium)
  • Inti Teori: Memandang sekolah sebagai cerminan masyarakat yang lebih besar, dan ruang kelas sebagai laboratorium untuk melakukan penyelidikan dan pemecahan masalah kehidupan nyata.
  • Konsep Kunci PBL:
    • Pembelajaran Berpusat pada Masalah: Mendorong pendidik untuk melibatkan siswa dalam proyek berorientasi masalah yang diminati siswa.
    • Pengalaman dan Minat: Pembelajaran bermakna sangat bergantung pada pengalaman dan minat peserta didik, sehingga dapat menambah makna pengalaman dan kemampuan mengarahkan pengalaman tersebut.
    • Tujuan dan Keinginan: Kegiatan belajar harus memiliki tujuan yang abstrak, dan tujuan tercapai dengan baik jika siswa dalam kelompok kecil menyelesaikan proyek yang mereka minati dan pilih.

Teori-teori yang mendasari Problem-Based Learning (PBL)—seperti Konstruktivisme Piaget dan Vygotsky, Discovery Learning Bruner, dan Pragmatisme Dewey—penting untuk diketahui karena teori-teori ini memberikan landasan filosofis dan pedagogis yang kuat, menjelaskan mengapa dan bagaimana PBL bekerja efektif: teori-teori ini meyakinkan pendidik bahwa dengan menjadikan siswa pembangun pengetahuan aktif (konstruktivisme), menggunakan masalah nyata (pragmatisme), dan menyediakan dukungan sosial (ZPD), pembelajaran tidak hanya terjadi secara mandiri tetapi juga menjadi lebih bermakna, mendalam, dan relevan dengan pengembangan keterampilan berpikir kritis di dunia nyata.

Baca juga: Konsep Kunci PBL

Baca juga: Kontekstualisasi Problem-based Learning

Baca juga: Teori Yang Melandasi Problem-based Learning

Scroll to Top