Berikut ini adalah penerapan Problem-based Learning (PBL) dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
| Aspek | Problem-Based Learning (PBL) | Project-Based Learning (PjBL) |
|---|---|---|
| Titik Awal | Dimulai dengan masalah (problem) yang ill-structured (tidak terstruktur/kabur). | Dimulai dengan proyek yang menghasilkan produk akhir. |
| Fokus Utama | Pemecahan masalah (mencari solusi, hipotesis, dan alasan di baliknya). | Produk atau Karya yang dirancang (merencanakan, membuat, dan mempresentasikan). |
| Tujuan Akhir | Mendapatkan pemahaman mendalam tentang konsep atau prinsip yang relevan dengan masalah tersebut. | Menyelesaikan proyek nyata dan menghasilkan produk nyata (model, laporan, kampanye, aplikasi). |
| Durasi | Cenderung lebih singkat (bisa beberapa jam hingga beberapa hari) dan sering kali berulang. | Cenderung lebih panjang (beberapa minggu atau bulan) dan melibatkan banyak tahapan. |
| Peran Produk | Produk (jika ada) hanyalah dokumentasi atau presentasi solusi. | Produk adalah inti dari keseluruhan proses pembelajaran. |
| Pertanyaan Pemandu | "Apa yang terjadi, dan mengapa?" (Fokus pada analisis dan diagnosis). | "Bagaimana cara membuat produk ini?" (Fokus pada perencanaan, desain, dan eksekusi). |
Ringkasan Singkat:
PBL adalah tentang menganalisis dan memahami masalah yang kompleks untuk menemukan solusi konseptual.
PjBL adalah tentang merancang dan menciptakan produk nyata melalui proses kerja yang terstruktur.
Keduanya sama-sama menekankan pembelajaran aktif, otentik, dan berpusat pada siswa. Seringkali, proses PBL bisa menjadi bagian awal dari proses PjBL.