Permainan Ular Tangga Membuat Pelajaran Agama Islam Lebih Seru

Permainan ular tangga adalah salah satu di antara permainan populer yang terdapat hampir di semua bangsa. Saking populernya, semua orang tahu bagaimana caranya  memainkan permainan ini dan apa saja alat bermain yang diperlukan.

Untuk bermain ular tangga, kita membutuhkan media bergambar kotak-kotak yang dirangkai berurutan dengan nomor-nomor yang ditulis di atasnya. Di antara keseluruhan kotak itu, terdapat banyak kotak yang berisi gambar ular dan pada kotak lainnya berisi gambar tangga. 

Selain media bergambar kotak-kotak di atas, kita juga membutuhkan sebuah dadu beserta gelas pengocoknya. Dadu itu akan memberitahu kita jumlah kotak-kotak yang harus kita lewati. Apabila dadu yang kita lempar memberikan kita angka "4", maka, gacok (atau benda yang kita letakkan di kotak pertama pada saat pertama kali bermain) kita harus melewati kotak-kotak dan berhenti pada kotak yang keempat dari posisi gacok kita.

Asal Permainan Ular Tangga

Menurut situs brilio.net, permainan ular tangga berasal dari India. Orang-orang yang banyak menghuni lembah-lembah sungai Indus ini telah memainkan ular tangga sejak abad ke-2 sebelum Masehi.

Di India, permainan ular tangga disebut dengan berbagai sebutan, di antaranya "Mokshapat", "Moksha Patamu", "Vaikuntapaali", atau "Paramapada Sopanam." Namun pada bentuknya dan cara mainnya, tidak ada perbedaan antara ular tangga pada masa lalu dengan ular tangga yang kini kita mainkan.

Asalnya Permainan Ular Tangga Mengajarkan Hinduisme

Pada asalnya, permainan ular tangga mengajarkan Hinduisme, agama yang dianut masyarakat India kala itu. Perjalanan gacok kita dari satu kotak ke kotak lainnya merupakan ilustrasi dari ajaran reinkarnasi. Hinduisme meyakini bahwa seorang manusia tidak hanya menempuh satu kehidupan tetapi banyak kehidupan. Menurut Hinduisme, setelah seorang manusia mati, nyawanya akan berpindah ke dalam badan seorang bayi yang baru lahir, dan bagitu seterusnya. Kehidupan ini terus berulang, demikian ajaran re-inkarnasi.

Namun demikian, saat ini permainan ular tangga tidak lagi mengajarkan Hinduisme seperti dahulu kala. Ular tangga kini hanya sebuah permainan anak-anak di kala senggang. 

Selain itu, permainan ular tangga kini juga dimanfaakan oleh para guru dan pendidik pada umumnya untuk dijadikan media pembelajaran di kelas-kelas. Mereka memodifikasi permainan ini dengan cara memodifikasi kotak-kotak pada gambar ular tangga atau menambah aturan-aturan main yang dibutuhkan.

Ular tangga sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia materi awalan "me-n"

Permainan Ular Tangga Membuat Pelajaran Agama Islam Lebih Seru

Permainan ular tangga telah menjadi media pendidikan di Indonesia yang tidak hanya membantu dalam pengajaran subjek-subjek umum (seperti matematika, IPA, atau Bahasa Indonesia) tetapi juga menolong dalam penyampaian materi-materi agama Islam.

Guru-guru pendidikan agama Islam (PAI) atau Al-Qur'an dapat memodifikasi gambar permainan ini sebagai media belajar siswa-siswanya. Tentu saja, permainan ular tangga membuat pelajaran agama Islam lebih seru. Anak-anak sangat menyukai pembelajaran yang disampaikan dengan metode permainan. 

Dari "Modifikasi" ke "Kreasi"

Namun demikian, sebaiknya guru-guru PAI tidak berhenti pada tahap "modifikasi". Sebabnya adalah sebagai berikut: 

  1. Sebagian kalangan muslim melarang permainan yang menggunakan dadu.
  2. Sebagaimana kita ketahui, permainan ular tangga pada asalnya merupakan media penyebaran Hinduisme.

Untuk itu, selain melakukan modifikasi, mereka juga seharusnya memasuki tahap "kreasi", berupaya menciptakan media belajar alternatif semacam ular tangga sehingga media ini dapat diterima oleh lebih banyak kalangan muslim di Indonesia.

Demikian sepintas lalu tentang asal usul permainan ular tangga. Guru-guru agama Islam Indonesia telah sedemikian kreatif sehingga mereka telah memodifikasi permainan ini untuk mengajarkan pesan-pesan Islam kepada siswanya. tentu saja,  permainan ular tangga membuat pelajaran agama Islam lebih seru.

[Muhamad Arie Murtaza]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *