Mahfuzot – Mengambil Pelajaran dari Kalimat-Kalimat Sarat Hikmah

Mahfuzot
Mengambil Pelajaran dari Kalimat Sarat Hikmah

TANAMLAH BUDI PEKERTI

 

الْعَفْوُ صَدَقَةٌ

Memaafkan itu sedekah (Nabi Muhammad saw)

الصُّــمْتُ حِكْــمَةٌ

Diam itu emas (Nabi Muhammad saw)

الْعَمَلُ جِسْمٌ وَ رُوْحُهُ الإِخْلاَصُ

Pekerjaan adalah badan, ruhnya adalah ikhlas

لَيْسَ اليَتِيْمُ مَنْ مَاتَ وَالِدُهُ وَلكِنَّ اليَتِيْمَ يَتِيْمُ العِلْمِ وَ الأَدَبِ

Anak yatim itu bukan yang orang tuanya sudah meninggal, anak yatim itu, orang yang tak berilmu dan tak beradab

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Kalau engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu   (Nabi Muhammad saw)

تَأَمُّلُ العَيْبِ عَيْبٌ

Menghayal kejelekan itu adalah sebuah kejelekan

الْحَسَدُ يَأْكُلُ الحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar (Nabi Muhammad saw)

لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً

Aib itu bukan bagi orang yang fakir, Aib itu bagi orang yang pelit

 

INI KUNCI KEBAHAGIAAN

 

وَمَاالّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعْبِ

Tidak ada kenikmatan kecuali sesudah bekerja keras

لَوْ لاَ الْعِلْمَ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهَائِمِ

Kalau tidak ada ilmu, makan manusia seperti binatang

اَلشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ

Kemuliaan itu karena budi pekerti, bukan karena keturunan

مَنْ حَسُنَ ظَنُّهُ طَابَ عَيْشُهُ

Siapa yang baik prasangkanya, maka bahagia hidupnya

خَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابٌ

Sebaik-baik teman di setiap waktu adalah buku

سَلْ عَنِ الرَّفِيْقِ قَبْلَ الطَّرِيْقِ وَعَنِ الجَارِ قَبْلَ الدَّارِ

Cari teman sebelum akan jalan, cari tetangga sebelum cari rumah

رُبَّ شَهْوَةٍ سَاعَةً أَوْرَثَتْ حُزْنًا طَوْيْلاً

Tak jarang, kesenangan sesaat menimbulkan kesedihan berkepanjangan

زُرْ غِبّــًا تَزْدَدْ حُبّــًا

Berkunjunglah kadang-kadang saja, maka kecintaan mu akan bertambah

اَلْعَبْدُ يُضْرَبُ بِالْعَصَى وَ الْحُرُّ تَكْفِيْهِ الإِشَارَةُ

Seorang budak harus bekerja setelah dipukul, tetapi orang merdeka cukuplah dengan isyarat

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ سَفَرٍ اِسْتَعَدَّ

Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka ia akan bersiap-siap

لاَ تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ

Jangan bersikap lunak, kau bisa diperas; jangan juga terlalu keras, nanti kau dipatahkan

إِذَا كُنْتَ ذَا عَقْلٍ وَ لَمْ تَكُ ذَا غِنًى

فَأَنْتَ كَذِى رِجْلٍ وَ لَيْسَ لَهُ نَعْلٌ

وَإِنْ كُنْتَ ذَا مَالٍ وَ لَمْ تَكُ عَاقِلاً

فَأَنْتَ كَذِى نَعْلٍ وَ لَيْسَ لَهُ رِجْلٌ

Kalau engkau pandai tapi tak berharta,

engkau itu seperti punya kaki, tapi tak punya sendal

kalau engkau berharta padahal tak pandai,

engkau itu ibarat punya sandal tapi tak punya kaki

الْعَاقِلُ يَأكُلُ لِيَعِيْشَ وَ الجَاهِلُ يَعِيْشُ لِيَأْكُلَ

Orang pandai makan untuk hidup, orang bodoh itu hidup untuk makan

الْحَذَرُ أَشَدُّ مِنَ الْوَقِيْعَةِ

Takut itu lebih mengerikan daripada kejadian sebenarnya

اَلْوِقَايَةُ خَيْرٌ مِنَ العِلاَجِ

Menjaga itu lebih baik daripada mengobati

خَيْرُ المَالِ مَا نَفَعَكَ

Sebaik-baik harta itu yang bermanfaat

الْعَاقِلُ يَأكُلُ لِيَعِيْشَ وَ الجَاهِلُ يَعِيْشُ لِيَأْكُلَ

Orang pandai makan hanya untuk menyambung hidup, tidak seperti orang bodoh yang hidupnya hanya untuk makan

النَّظَــافَةُ مِنَ الإِيْــمَانِ

Kebersihan itu sebagian dari iman (Nabi Muhammad saw)

لاَ خَيْـرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِـبُ نَدَمًـا

Tak ada kebaikan dalam kenikmatan yang menyebabkan kamu menyesal

كُلُّ شَيْءٍ يَبْدُو صَغِيْرًا ثُمَّ يَكْبُرُ

إِلاَّ الْمُصِيْبَةَ فَإِنَّـهَا تَبْدُوْ كَبِيْرَةً ثُمَّ تَصْغُرُ

Segala sesuatu itu bermula dari kecil, kemudian membesar. Kecuali musibah. Dia mulai dari besar, lama-lama mengecil

فِى التَّـأَنِّى السَّلاَمَةُ وَ فِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

Dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan dalam ketergesaan ada penyesalan

أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَ آخِرُهُ نَدَامٌ

Marah itu awalnya kegilaan, dan akhirnya penyesalan

دَاوِ الغَضَب بِالصُّمْتِ

Obatilah marah dengan diam

الشَّجَّاعُ يَمُوْتُ مَرَّةً وَ الجُبَّانُ يَمُوْتُ أَلْفَ مَرَّةٍ

Orang berani itu mati sekali, tapi orang pengecut itu mati ribuan kali

 

PENTING UNTUK PERSAHABATAN

رَأْسُ الذُّنُوْبِ الْكَذِبُ

Pangkal segala dosa adalah berucap bohong

أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

Perbaikilah sikapmu, sikap orang akan baik kepadamu

لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَ كُنْ لَهُ مُعِيْنًا

Janganlah menghina orang miskin, tetapi jadilah penolong baginya

قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

Katakanlah yang benar, walaupun pahit

كُلْ مَا تَشْتَهِى وَالْبَسْ مَا يَشْتَهِيْهِ النَّاسُ

Makanlah sesukamu, tetapi berpakaianlah menurut orang

لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنكَ فَلِكُلِّ شَيْءٍ مَزِيَّةٌ

Janganlah menghina orang lain, karena segala sesuatu pasti ada kelebihannya

جِــدَّ لاِمْــرِءٍ يَجِــدُّ لَكَ

Bersungguh-sungguhlah untuk orang lain, maka ia akan demikian juga terhadapmu

إِذَا تَمَّ الْعَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ

Jika sempurna akal seorang, maka sedikitlah bicaranya

مَنْ قَالَ لاَ يَنْبَغِى سَمِعَ مَالاَ يَشْتَهِى

Siapa yang bicara tidak pantas, dia akan mendengar yang tidak dia suka

رُبَّ سُكُوْتٍ أَبْلَغُ مِنْ كَلاَمٍ

Terkadang, Diam itu lebih jelas (menyampaikan) daripada bicara

خَيْــرُ الكَــلاَمِ مَا قَــلَّ وَ دَلَّ

Sebaik-baik perkataan itu yang sedikit, tetapi memberikan petunjuk

عَثْرَةُ الْقَدَمِ خَيْرٌ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ

Tergelincirnya kaki itu lebih baik daripada tergelincirnya lidah

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَ لِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

Di setiap tempat ada ucapan yang pantas

اَلْمَــرْءُ مِــرْأَةُ أَخِيْــهِ

Seseorang adalah cermin bagi saudaranya

قُلْ لِى مَنْ تُعَاشِرُ أَقُلْ لَكَ مَــنْ أَنْتَ

Katakan kepadaku dengan siapa kau berteman, kan kukatakan siapa kamu

صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ

Temanmu adalah yang membuatmu menangis, bukan tertawa

جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالْوَفَاءِ

Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji

مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit juga temannya

اَلْوَعْــدُ دَيــْنٌ

Janji itu hutang

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ

Sebaik-baik teman adalah yang menunjukanmu kepada kebaikan

مَـوَدَّةُ الصَّـدِيْقِ تَظْهَـرُ وَقْتَ الضِّيْــقِ

Kecintaan seorang teman akan Nampak waktu kita susah

لاَ يُجْـمَعُ سَـيْفَانِ فِى غَمَدٍ

Tidak dapat berkumpul dua pedang dalam satu sarung

مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بِلاَ أَخٍ

Siapa yang mencari teman tanpa cacat, maka ia tidak akan tidak punya teman selamanya

حَافِظْ عَلَى الصَّدِيْقِ وَ لَوْ فِى الحَرِيْقِ

Lindungilah sahabatmu, walaupun dalam kebakaran

مَنْ كَثُرَ إحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْــوَانُهُ

Siapa yang banyak kebaikannya, banyaklah kawannya

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَ قَعَ فِيْهَا

Siapa yang menggali lubang, maka ia akan terjerumus ke dalamnya

الْمِزَاحَةُ تُذْهِبُ الْمَهَابَةَ

Senda gurau itu menghilangkan kewibawaan

جَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

Balasan kejahatan adalah kejahatan yang serupa

مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ

Siapa yang menganiaya ia akan teraniaya

مَثَلُ البَخِيْلِ كَمَثَلِ الخِـنْزِيْرِ لاَ يَنْتَفِعُ مِنْهُ إِلاَّ بَعْدَ مَوْتِهِ

Orang pelit itu ibarat babi, yang tidak ada manfaatnya kecuali setelah mati

أُنْظُرْ مَاقَالَ وَ لاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang seseorang katakan, dan jangan lihat siapa yang mengatakan

مَنْ يَصْنَعُ المَعْرُوْفَ بِغَيْرِ أَهْلِهِ كَوَاضِعِ الشَّمْعِ فِى بَيْتِ العُمْيَانِ

Siapa yang berbuat baik tidak pada tempatnya,

Ibarat orang yang menyalakan lilin di rumah orang buta

مَنْ جَعَلَ الغُرَابَ لَهُ دَلِيْلاً يَمُرُّ بِهِ عَلَى جَيْفِ الْكِلاَبِ

Siapa yang menjadikan burung gagak sebagai penunjuk jalan baginya

Maka ia akan dibawa ke tempat bangkai-bangkai anjing

تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلِ جَوَابٌ

Tidak menjawab terhadap orang bodoh itulah jawabannya

MENITI JALAN KEBERHASILAN

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

Siapa yang bersunguh-sungguh, ia akan sukses

مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

Siapa yang bersabar, ia akan beruntung

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَ صَلَ

Siapa yang berjalan pada jalannya, ia akan sampai (berhasil)

لَيْسَ الْجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا وَ لَكِنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَ الأَدَبِ

Bukanlah keindahan itu dengan pakaian, tetapi dengan ilmu

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

Berfikirlah sebelum engkau mau melakukan sesuatu

مَالاَ يُدْرَكُ كُلُّهُ لاَ يُتْرَكُ كُلُّهُ

Apa yang tidak bisa dicapai seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya

لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِّ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ

Jangan kau tunda pekerjaanmu sampai besok, apa yang bisa kau selesaikan pada hari ini

لاَ تُنَالُ الْعِزَّةُ إِلاَّ بِمُرُوْرِ البَلِيَّةِ

Kemuliaan tidak dapat diperoleh kecuali sesudah menghadapi ujian

مَنْ لَمْ يَرْكَبِ الأَهْوَالَ لَمْ يَنَلِ الآمَالَ

Siapa yang tidak pernah mengalami kesukaran, tidak akan mendapatkan cita-cita

الأَعْمَــالُ بِخَــوَاتِمِــهَا

Pekerjaan itu harus tuntas

اَلصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ

Kesabaran itu menolong setiap pekerjaan

مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى

Siapa yang becita-cita, ia akan memperoleh apa yang dicitanya

جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

Cobalah dan perhatikanlah, kamu akan menjadi orang Arif

التَّعَلُّمُ فِى الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الحَجَرِ

Belajar di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu

اَلْعِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ

Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon tanpa buah

اُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

Tuntutlah ilmu dari sejak engkau digendong sampai engkau dikubur

اُطْلُبِ الْعِلْمَ وَ لَوْ بِالصِّيْنَ

Tuntutlah ilmu walaupun sampai negeri Cina

أَخِى لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَ حِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَ دِرْهَمٌ وَ صُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ

Teman, ilmu itu tak dapat diperoleh kecuali dengan enam hal. Saya akan sebutkan kepadamu semuanya dengan jelas: kepintaran, ketamakan, kesungguhan, kekayaan, kedekatan dengan guru, dan waktu yang panjang

دَلِيْلُ عَقْلِ المرْءِ فِعْلُهُ وَدَلِيْلُ عِلْمِهِ قَوْلُهُ

Tanda orang berakal itu perbuatannya, dan tanda orang berilmu itu ucapannya

اَلْوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

Waktu itu lebih berharga daripada uang

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُطَاعَ فَسَلْ مَا يَسْتَطِيْعُ

Kalau kamu ingin ditaati, maka suruhlah apa yang bisa dikerjakan

الاِتِّحَــادُ أَسَــاسُ النَّجَــاحِ

Bersatu adalah pangkal kesuksesan

مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ

Obat dari kebodohan adalah bertanya

خُذِ الحِكْمَةَ وَ لاَ يَضُـرُّكَ مِنْ أَيِّ وِعَاءٍ خَرَجَتْ

Ambillah hikmah, tak peduli, dari manapun sumbernya

HUKUM KEHIDUPAN

كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ

Segala sesuatu, semakin banyak, semakin murah

إِنَّمَا الأُمَمُ الأَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ وَإِنْ هُمُوْا ذَهَبَتْ أَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا

Sesungguhnya bangsa itu tegak karena akhlak, dan hancur Karena akhlak

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

Siapa yang menanam, dia akan menuai

لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَ لِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ

Setiap pekerjaan ada balasannya, setiap perkataan ada jawabannya

مَنْهُوْمَانِ لاَ يُشْبِعَانِ: طَلَبُ الْعِلْمِ وَ طَلَبُ الْمَالِ

Dua orang yang tidak pernah puas: pencari ilmu dan pencari harta

مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ

Siapa yang menyukai sesuatu, ia akan banyak menyebutnya

لاَ تَكُنْ حُلْوًا فَتُسْتَوَطَ وَلاَ مُرًّا فَتُعْقَى

Jangan terlalu manis, kamu nanti ditelah, jangan juga terlalu pahit nanti dibuang

لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ الَّتِى مَضَتْ

Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu

النَّاسُ اِتِّبـَاعُ مَنْ غَلَبَ

Manusia itu pengikut orang yang menang

سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى

Perilaku buruk itu menular

إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المـُسَاعِدُ

Semakin besar yang diminta, semakin sedikit yang bisa nolong

كُلُّ مَبْـذُوْلٍ مَمْلُوْلَـةٌ

Apapun yang setiap hari kita melihatnya, akan menimbulkan kebosanan

الْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ البَاطِلُ بِنِظَامٍ

Kebenaran yang tidak diurus, akan kalah dengan kebatilan yang diurus

Leave a Reply

error: Content is protected !!