Kesultanan Banten

kesultanan banten

Asal Usul Kesultanan Banten

Kesultanan Banten adalah sebuah kerajaan Islam yang berdiri di pesisir barat pulau Jawa, Indonesia pada abad ke-16. Kesultanan ini didirikan oleh Maulana Hasanuddin, putra dari Syarif Hidayatullah, yang juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, pendiri Kesultanan Cirebon.

Baca juga: Cerita Singkat Wali Songo 

Kesultanan Banten memiliki wilayah yang cukup luas, mencakup sebagian wilayah Provinsi Banten, Banten Selatan, dan Tangerang. Selain itu, Kesultanan Banten juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan pelayaran di sepanjang pantai barat pulau Jawa.

Pada abad ke-16, Kesultanan Banten memiliki hubungan diplomatik dengan beberapa negara, seperti Inggris, Portugis, Belanda, dan Cina. Namun, hubungan dengan Portugis dan Belanda menjadi kurang baik pada abad ke-17, terutama setelah Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) dan mengambil alih perdagangan di wilayah Hindia Timur.

Kesultanan Banten di Bawah Kolonialisme

Pada tahun 1680, Kesultanan Banten secara resmi menjadi bawahan VOC setelah mengalami kekalahan dalam perang Banten. Hal ini mengakhiri masa kejayaan Kesultanan Banten sebagai kerajaan merdeka.

Pada masa penjajahan Belanda, Kesultanan Banten menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Kesultanan Banten secara resmi dibubarkan dan wilayahnya digabungkan dengan wilayah Provinsi Jawa Barat.

Meskipun tidak lagi menjadi kerajaan merdeka, Kesultanan Banten masih memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat setempat, terutama dalam bidang budaya dan agama. Peninggalan bersejarah dari Kesultanan Banten, seperti Masjid Agung Banten, Istana Banten, dan beberapa situs sejarah lainnya, hingga kini masih menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke wilayah Banten.