Modifikasi Permainan Ular Tangga Untuk Pendidikan Islam

Permainan ular tangga tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Permaian ini memang cukup populer dan mungkin pernah menjadi salah satu kegemaran saat kita masih kanak-kanak.

Saya pribadi dulu sering membeli karton permainan ular tangga ini di "abang-abang" yang memanggul dagangan berupa sisir, gunting kuku, mainan anak-anak dan semacamnya.

Tapi, siapa yang tahu, dari mana, sih, asal usulnya permaianan ini?


Menurut informasi yang saya serap dari brilio.net, permainan ular tangga berasal dari negeri sungai Indus, alias India, negeri yang merupakan salah satu negeri tertua di dunia selain Tiongkok, Iraq, Palestina, Arab, dan Mesir.

Orang-orang India telah memainkan ular tangga sejak abad ke-2 sebelum Masehi dan mereka menamakan permainan ini dengan berbagai sebutan, di antaranya "Mokshapat", "Moksha Patamu", "Vaikuntapaali", atau "Paramapada Sopanam." Berikut papan ular tangga yang dahulu kala digunakan oleh orang-orang India.

Bentuk Permainan Ular Tangga Pada Masa Lalu di India

Nuansa religius ular tangga

Berbeda dengan permainan ular tangga yang kini kita mainkan, dahulu kala di India, permainan ini memiliki nuansa religius, semacam alat edukasi atau sosialisasi nilai-nilai Hindu untuk anak-anak Hindu.

Mengapa menggunakan icon "tangga" dan "ular"? Lalu, mengapa tangga mengantar ke atas dan ular menggirin ke bawah? Nilai religius apa yang pada awalnya melekat pada permainan ular tangga?

Marilah ikuti saya untuk mengintip ajaran agama Hindu yang tersimbolkan dalam permainan ular tangga.

1. Perpindahan kehidupan.

Dalam agama Hindu, naik dan turun merupakan manifestasi dari karma. Karma itu sendiri merupakan salah satu "rukun iman"nya agama Hindu tentang nasib manusia.

Menurut konsep karma, kehidupan manusia terus berulang-ulang: hidup, mati, hidup lagi, mati lagi, dan seterusnya. Perbuatan (karma) manusia di suatu kehidupan berdampak pada naik/bahagia atau turun/sengsaranya (samsara) kehidupan manusia itu di kehidupan selanjutnya.

Sebagai contoh, seorang manusia yang di kehidupan ini baik, setelah mati, rohnya akan berpindah (reinkarnasi) dari tubuh lamanya ke tubuh bayi lain untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Tapi sebaliknya, apabila di kehidupan ini ia berbuat asusila, maka setelah mati, rohnya akan berpindah (reinkarnasi) ke tubuh bayi baru untuk menjalani kehidupan yang sengsara. Dalam Kitab Suci Hindu, Bhagavad-Gita, disebutkan:

Busana tua
Ditanggalkan oleh tubuh
Jasmani tua
Ditinggalkan oleh penghuninya
(Bhagavad-Gita)


Menurut penulis, nilai-nilai karma itulah yang melatar-belakangi model permainan ular tangga. Ular melambangkan karma buruk dan tangga menyimbolkan karma baik. Perpindahan gaco pemain dari satu kolom ke kolom lainnya, baik yang berpindah lurus mengikuti nomor, maupun naik dengan tangga atau turun dengan ular, mewakili gerak perpindahan roh dari satu kehidupan ke dalam kehidupan lain. Oleh sebab itu, kolom-kolom kotak dalam permainan ular tangga, tidak syak lagi, melambangkan kehidupan demi kehidupan manusia yang terus berulang.

Lalu, jika permainan ini mengajarkan filsafat atau ajaran pokok Hinduisme, bagaimana hukumnya bagi kita yang beragama muslim? apakah kita boleh memainkan permainan ular tangga

Hukum Bermain Ular Tangga Menurut Islam

Bermain ular tangga hukumnya mubah (boleh), persis seperti permainan lainya, selama tidak terdapat di dalamnya faktor-faktor perjudian. Walaupun pada asalnya permainan ini bernuansa religius, tetapi ratusan abad telah mengikis nuansa tersebut sehingga menjadikan permainan ular tangga hanya untuk keseruan anak-anak belaka. Tidak ada terselip, dalam hati anak-anak yang memainkan permainan ini, suatu keyakinan mengenai karma atau reinkarnasi sebagaimana yang diyakini oleh Hinduisme.

Hukum permainan ular tangga ini persis seperti hasil-hasil budaya lainnya yang telah mengalami--meminjam istilah Nurkholis Madjid--"desakralisasi" (kesakralannya telah hilang), seperti penggunaan nama-nama hari dalam sepekan, Sunday (Hari Matahari), Monday (Hari Dewi Bulan), dan seterusnya, yang pada masa yang sangat jauh merupakan simbol pemujaan terhadap Sol Invictus, dewa matahari. Saat ini kita dibolehkan untuk memakai nama-nama hari itu hanya untuk tujuan praktis belaka, bukan untuk pemujaan. Demikian pula dengan hasil-hasil budaya lainnya yang serupa seperti ondel-ondel yang asalnya merupakan penangkal jin, wayang-wayang yang digunakan oleh Sunan Kalijaga, dan sebagainya, semua itu telah mengalami desakralisasi.

Modifikasi Permainan Ular Tangga Untuk Pendidikan Islam

Sehubungan dengan asal usul permainan ular tangga sebagai medium pendidikan dan sosialisasi nilai, maka sebetulnya, kita dapat melakukan modifikasi ular tangga untuk tujuan pendidikan agama Islam.

Ada beberapa cara untuk memodifikasi permainan ular tangga untuk tujuan pendidikan agama Islam:

Melakukan pemaknaan-ulang atas simbol-simbol pada permainan ular tangga. Perjalanan dari kolom pertama hingga kolom terakhir dapat dimaknai sebagai perjalanan hidup seorang manusia sehingga kolom pertama lebih tepat ditulis "masa aqil baligh" dan kolom terakhir ditulis "jannah"/"surga".

Adapun maju, naik (dengan tangga) atau turun (dengan ular) merupakan semata ujian hidup. Sebagaimana firman Allah walanabluwannakum bisyay'in minal ... (Dan Kami benar-benar akan menguji kalian dengan ... ) dan seterusnya. Juga seperti firman Allah yang berbunyi, alladzii kholaqol mawta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa (... yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapa yang paling baik amal perbuatannya).

Sebetulnya boleh-boleh saja kalau simbol tangga dan ular diganti, terutama untuk memperkuat pemaknaan agar lebih islami, tetapi nama permainan ini--sebagai konsekuensinya--juga mesti berganti tidak lagi menjadi "permainan ular tangga".

Demikianlah sepintas tentang asal usul permainan ular tangga dan manfaatnya yang dapat kita modifikasi untuk keperluan pendidikan agama Islam. Penulis berharap, kita dapat bukan hanya melakukan modifikasi tetapi juga mampu menciptakan suatu jenis permainan yang inovatif untuk mempermudah kegiatan belajar dan mengajar kita.

di bawah ini contoh modifikasi ular tangga agama Islam yang saya buat, untuk materi pelajaran agama Islam kelas 3 SD

Berminat membeli ular tangga pendidikan agama Islam? silakan WA penulis ya.

Cara Menghafal Arti Surat Al-Fatihah dengan Video Lagu “Senandung Al-Fatihah”

Pentingnya Menghafal Arti Surat Al-Fatihah

Menghafal Arti Surat Al-Fatihah pasti tidak mudah, padahal surat ini sangat penting dan wajib kita baca pada setiap shalat. Surat ini disebut ummul Qur'an, induk atau pokok dari isi Al-Qur'an. Kalau kita hafal arti Surat Al-Fatihah maka tentu saja itu dapat membantu kita untuk lebih khusyu' dalam melakukan shalat sehingga hati kita dapat terhubung kepada Allah dan menjadi ingat Allah. Ini seperti yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Tidak ada Tuhan (yang benar) selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu" (QS.Thoha: 14)

Namun, menghafal arti Surat Al-Fatihah tidaklah semudah membalik telapak tangan, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Untuk itu, Orang tua dan guru perlu mencari cara yang menarik agar anak-anak mudah menghafal Arti Surat Al-Fatihah ini.

Cara Menghafal Arti Surat Al-Fatihah dengan Lagu "Senandung Al-Fatihah"

Salah satu cara menarik untuk menghafal arti Surat Al-Fatihah adalah dengan memberikan nada lagu pada arti surat tersebut. Anak-anak tidak merasa sedang menghafalnya, mereka akan merasa seperti sedang menyanyi, melakukan kegiatan favorit mereka!

Untungnya, saat ini sudah beredar sebuah lagu arti surat Al-Fatihah yang berjudul "Senandung Al-Fatihah". Lagu ini adalah gubahan seorang perempuan yang bernama Ibu Fatah. Kalau kita mendengar lagunya dinyanyikan, hati kita akan terbawa untuk merasakan arti dari Surat Al-Fatihah ini. Mau tau bagaimana liriknya?

Lirik Lagu Senandung Al-Fatihah

Dengan menyebut nama Mu ya Allah
Yang Maha Pengasih, Penyayang
Segala puji bagi Mu ya Allah
Pemelihara seluruh alam raya

Engkaulah Maha Pengasih dan Penyayang
Yang menguasai Hari Pembalasan
Hanyalah kepada Mu kami menyembah
Dan pada Mu kami mohon pertolongan

Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus
Jalan orang-orang yang Kau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang Kau murkai
Dan bukan pula jalan mereka yang sesat

Menghafal Lagu "Senandung Al-Fatihah" dengan Video Lagu

Cara Menghafal Arti Surat Al-Fatihah dengan Video Lagu "Senandung Al-Fatihah"

Namun, saat ini menghafal dengan lagu saja sepertinya kurang menarik bagi anak-anak, terutama anak-anak jaman now. Dengan smart phone di tangan mereka, media-media pembelajaran berbentuk video sekarang lebih diminati. Untuk itu, video lagu Surat Al-Fatihah penting sekali untuk dibuat sebagai media belajar.

Berikut ini adalah lagu "Senandung Al-Fatihah" yang diaransemen oleh sahabat saya, Restiawan Yulistiar lalu saya buat videonya dengan menggunakan Wondershare Video Editor. Semoga bermanfaat buat anak-anak kita.

https://youtu.be/mMuuj7CV2Qw
Belajar Arti Surat Al-Fatihah dengan Lagu Senandung Al-Fatihah