Cara Membuat PowerPoint Interaktif

Cara Membuat PowerPoint Interaktif

Biasanya kita menggunakan powerpoint untuk presentasi, tetapi sebetulnya, ada suatu teknik untuk membuat powerpoint lebih dari sekadar alat presentasi. Dengan suatu setting sederhana, kita bisa membuat powerpoint menjadi alat untuk belajar siswa. Kunci dari pembuatan powerpoint interaktif ini adalah settingan pada slide show dan  pada tipe penyimpanan file powerpoint yang kita buat. Bagaimanakah caranya membuat powerpoint interaktif? Yuk, saksikan video berikut ini!

Ini bagian pertamanya:

Lalu, lanjut ke bagian kedua ya.

Setelah bagian kedua ini ditonton, silakan lanjut ke bagian ketiga ini:

Jika bagian ketiga selesai, maka kamu harus lanjut menonton bagian keempat.

Ini bagian terakhirnya.

Nah, itulah cara membuat powerpoint interaktif. Dengan ketekunan, semangat, dan tekad yang kuat, kamu pasti bisa membuatnya. Selamat mencoba ya!

Penciptaan Alam Semesta Menurut Al-Qur’an

Penciptaan Alam Semesta Menurut Al-Qur’an

Penciptaan Alam Semesta Menurut Al-Qur'an dan Sains

Menurut sains, waktu dimulai ketika sebuah ledakkan yang sangat besar terjadi. Saat itu belum ada manusia, bumi, gunung dan bintang-bintang. Tapi sejak ledakkan itu, semuanya mulai terbentuk.

Ledakan purba yang dikenal dengan istilah big bang atau dentuman besar itu, dirasakan oleh banyak ilmuwan muslim, sesuai dengan isyarat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa langit dan bumi pada awalnya bersatu-padu, lalu Allah memisahkan keduanya. Perhatikanlah ayat berikut ini:

أَوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ 

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman

(Al-Qur’an, Al-Anbiya: 30)

Sekarang, marilah kita ikuti episode-episode terjadinya alam semesta!

Episode 1 (Dentuman Besar)

Sebelum alam semesta ini tercipta, tidak ada apapun, kecuali Allah, sebab Allah menyatakan–dalam Al-Qur’an–bahwa diri-Nya adalah Al-Awwal, yang artinya “Yang Maha Pertama”.

Setelah itu, menurut sains adalah empat belas miliar tahun yang lalu, muncul energi besar yang sebenarnya merupakan alam semesta yang masih dipadatkan dalam satu titik, yang, dalam bahasa astrofisikawan Amerika, Neil de Grasse Tyson, “lebih kecil daripada satu per setriliun ukuran tanda titik yang mengakhiri kalimat ini”.

Kemudian, energi besar itu meledak: Bumm! Sebuah dentuman besar (Big Bang) menggelegar. Segalanya mulai bergerak, maka dimulailah waktu.

Episode 2 (Era Planck)

Setelah ledakan besar tadi melewati satu per-satu juta triliun-triliun-triliun detik, yang disebut “Era Planck” (dari nama fisikawan Jerman penemu mekanika kuantum, Max Plank), gravitasi mulai bekerja. Elemen-elemen super panas yang berhamburan ke segala penjuru itu mulai saling menarik.

Episode 3 (Sebelum 1 Detik Pasca-Dentuman Besar)

Sebelum genap satu detik, sesudah gravitasi bekerja, yang artinya atom-atom purba pun sudah terbentuk dalam hamburan ledakan besar tadi, kini dua gaya dasar lainnya mulai bekerja.

Gaya inti lemah meluruhkan materi radioaktif, gaya inti kuat menyatukan inti atom, gaya elektromagnetik mengikat molekul, dan gravitasi, yang sudah bekerja lebih awal, menarik benda-benda besar.

Selain itu, pada masa ini telah muncul kuark, lepton (elektron dan neutron), dan pasangan anti-zatnya, serta juga boson.

Semua elemen yang kita kenal tersebut, sebelum satu detik pertama, masih dalam keadaan rapat dan panas bagaikan wortel dan brokoli yang dimasak dalam sup raksasa, akan tetapi kemudian, suhunya menurun dengan cepat di bawah satu triliun derajat kelvin, mendingin, lalu alam semesta kita pun mengembang.

Ketika panas jagat raya menurun, sebelum satu detik pertama, muncullah keluarga atom berat baru yang disebut hadron, dan pasangannya, anti-hadron, yang saling memusnahkan.

Dari setiap satu miliar pemusnahan, tersisa satu hadron dan hadron-hadron sendirian itu akhirnya menjadi sumber atom yang akan membentuk galaksi, bintang, planet, dan bunga.

Episode 4 (Setelah 1 Detik Pertama Pasca Dentuman Besar)

Setelah berlalu satu detik pertama, alam semesta kita masih selebar jarak dari matahari sampai kepada bintang-bintang tetangga terdekat.

Kala itu, suhu semesta satu miliar derajat kelvin sehingga masih bisa “memasak” elektron yang terus muncul dan lenyap bersama positron, pasangannya. Dari setiap satu miliar elektron dan positron, tersisa satu elektron, serasa mirip dengan “pertarungan” antara hadron dan anti-hadron yang telah kita ceritakan sebelumnya.

Akhirnya, pada periode ini, setiap satu elektron bergabung dengan satu proton yang telah berfusi dengan proton lain, serta dengan neutron, lalu membentuk inti atom yang sebentar lagi akan menyusun alam semesta.

Kini, alam semesta yang sedang mengembang, tampak berupa lautan pasangan proton-elektron yang kita sebut “hidrogen” serta pasangan double-proton dan double-elektron yang kita namakan “helium”. Sembilan puluh persen jagat raya kala itu merupakan hidrogen, lalu sepuluh persennya adalah helium, dan sisanya, sedikit deuterium, tritium, dan lithium.

Baru dua menit berlalu pasca dentuman besar.

Episode 5 (380.000 tahun Pasca Dentuman Besar)

Setelah periode “lautan hidrogen” yang panjang, suhu alam semesta turun ke titik 3000 derajat kelvin, yang kira-kira merupakan setengah dari suhu  matahari kita saat ini, sehingga menyebabkan semua elektron bebas di jagat raya bergabung ke dalam inti atom yang ada.

Episode 6 (1 Miliar Tahun Pasca Dentuman Besar)

Setelah melalui masa yang panjang, pemandangan alam semesta, yang kini kita sebut langit, berubah. Setiap dua atom hidrogen melebur atau berfusi yang kemudian menghasilkan cahaya panas yang sangat terang serta mengandung zat-zat baru seperti karbon, besi, oksigen, dan lain-lain.

Maka bayangkanlah jika setiap atom hidrogen terus bertumbukan dan menciptakan helium yang panas terang, apakah yang akan terjadi? Benar! langit akan penuh dengan lautan sinar di mana-mana!

Akan tetapi, kala itu tidak muncul lautan sinar di mana-mana! sebab makhluq Allah yang lain, gravitasi, juga bekerja, mereka menarik lautan sinar itu ke titik-titik gravitasi yang berjauhan sehingga di setiap titik gavitasi terbentuklah bola api-bola api raksasa yang kini kita sebut bintang. Kemudian, setiap seratus miliar bintang ditarik oleh “gravitasi yang lain” dan membentuk kelompok “galaksi”. Lalu, setiap seratus miliar galaksi pun berkumpul membentuk “cluster” dan setiap seratus miliar cluster berhimpun membentuk “super cluster”.

Supernova

Dalam beberapa kejadian, hidrogen dan helium pada suatu bintang menjadi terlalu panas sehingga mengakibatkan terjadinya ledakkan bintang—yang berefek pada terbentuknya unsur-unsur berat seperti emas atau uranium. Ledakkan ini disebut  supernova.

Pasca supernova terjadi, muncullah lubang hitam, black hole.  Thomas DJamaluddin, profesor Astronomi-Astrofisika LAPAN menjelaskan:

Lubang hitam bisa terbentuk dari inti bintang raksasa yang meledak sebagai supernova. Bagian luar bintang terlihat hancur berhamburan ke luar, tetapi intinya memadat ke dalam. Jika diumpamakan, kepadatan Lubang Hitam sama dengan bola matahari, yang berdiameter 1,4 juta km (109 kali diameter bumi) dan bermassa 2 miliar miliar miliar (dengan 27 angka nol) ton, dimampatkan hingga diameternya hanya 3 km.

Tasbih Alam Semesta

Segala hal di alam semesta, pasca dentuman besar, bergerak mengelilingi suatu pusat, mirip dengan model thawaf jama’ah haji mengelilingi ka’bah.

Dalam skala molekuler, elektron mengelilingi proton pada inti atom, dalam gerak yang polanya sampai saat ini belum dapat kita baca.

Dalam skala yang lebih besar, pecahan-pecahan yang terhempas dari bintang-bintang mendingin lalu menjadi planet-planet yang juga melakukan gerak thawaf mengelilingi bintang tersebut, seperti planet bumi dan tujuh planet lainnya, berthawaf mengelilingi matahari.

Selain itu bintang-bintang di alam semesta pun  berthawaf mengelilingi pusat galaksi, dan setiap seratus miliar galaksi juga berthawaf mengelilingi pusat cluster, lalu seratus miliar cluster berthawaf mengelilingi pusat super cluster.

Penjelasan mengenai fenomena ini diterangkan dalam Al-Qur’an, antara lain dalam surat At-Taghobun ayat 1:

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Bertasbih kepada Allah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, Dia (Allah) Milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu

(Al-Qur’an, At-Taghobun: 1)

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِيَ دُخَانٞ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡأَرۡضِ ٱئۡتِيَا طَوۡعًا أَوۡ كَرۡهٗا قَالَتَآ أَتَيۡنَا طَآئِعِينَ 

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”

(Al-Qur’an, Fushilat: 11)

Demikianlah episode-episode penciptaan alam semesta sebagaimana dituturkan oleh sains dan Al-Qur’an yang hendaknya semakin menyadarkan kita akan kekuasaan dan pemeliharaan Allah atas alam semesta.

Kita menolak ide-ide materialistik yang mengatakan bahwa alam semesta ini bekerja sendiri, tanpa campur tangan Tuhan.

Selain itu, kita juga menolak ide yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta lalu setelah itu beristirahat, karena mesin semesta kemudian bekerja otomatis seperti mesin jam.

Sebagai muslim, kita yakin dan percaya bahwa Allah merupakan al-Khaliq, Maha Pencipta dan robbul ‘alamin, Maha Pemelihara Alam Semesta.

Sumber Bacaan

  1. Agus Mustofa, Segalanya Satu
  2. Arifin Muftie, Pemerintahan Tuhan
  3. Carl Sagan, Kosmos
  4. Neil De Grasse Tyson, Astrofisika bagi Orang Sibuk
  5. Thomas Djamaluddin, Semesta pun Berthawaf
Gerhana Matahari dalam Pandangan Islam

Gerhana Matahari dalam Pandangan Islam

Gerhana dalam Pandangan Islam

Oleh Muhamad Arie Murtaza

Misteri Alam

Jika kita belajar sejarah agama dari ilmuwan-ilmuwan Eropa dan Amerika, mereka akan mengatakan kepada kita bahwa pada awalnya, manusia tidak mengerti tentang makna kehidupan dunia ini. Mengapa mereka lahir, hidup, lalu mati? Mengapa harus ada banjir yang menenggelamkan desa mereka? Mengapa harus ada badai yang membinasakan orang di sekitar mereka? Singkat kata, bagi manusia pada zaman dahulu, alam ini merupakan misteri.

Akan tetapi, walaupun demikian, mereka menyadari bahwa beberapa unsur alam tampak lebih berpengaruh terhadap kehidupan mereka, seperti matahari, bulan, atau air. Tanpa matahari, pohon-pohon menjadi layu, tanpa bulan, malam menjadi gelap gulita, dan tanpa air, manusia mati kehausan.

Sejak saat itu, mereka  mulai merasa kagum sekaligus takut di hadapan alam, lalu mulailah menciptakan” tuhan. Secara perlahan-lahan, misteri alam pun berganti menjadi agama.

Kultus Matahari

Namun demikian, di antara unsur-unsur alam yang disembah, matahari adalah yang paling populer. Manusia pada masa lalu menganggap, matahari merupakan unsur alam yang paling perkasa, powerful, di antara unsur alam yang lain.

Oleh karena itu, jika kita mencermati isi buku-buku sejarah dunia pada masa lalu, kita akan menemukan bahwa kultus penyembahan matahari menjadi agama bagi semua masyarakat kuno. Bangsa Mesir kuno menyembah matahari, mereka menyebutnya Ra; Bangsa India kuno juga menyembahnya dan menyebutnya Mith-Ra; bangsa Arab memanggilnya Syams, bangsa Jepang menyebutnya Amaterasu (yang kini masih menjadi simbol dalam bendera nasionalnya), dan bangsa Yunani memanggilnya Apollo.

Gerhana Matahari bagi Masyarakat Kuno

Akan tetapi, walaupun orang-orang kuno menganggap matahari perkasa, mereka pun menyaksikan fenomena ketika matahari menggelap dan kehilangan cahayanya, mereka melihat tuhan yang mereka sembah tidak lagi bersinar. Bangsa Arab menyebut fenomena itu kusuf, orang Yunani kuno menyebutnya ekleipsis, dan orang Jawa kuno menyebutnya gerhana.

Istilah-istilah untuk menyebut fenomena gerhana di atas sebetulnya menunjukkan pemahaman terhadap gerhana. Kata kusuf yang berarti “menutup” menunjukkan bahwa bangsa Arab cenderung melihat fenomena ini secara teknis bahwa sesuatu menutupi matahari.

Berbeda dari orang Arab, sebagian bangsa pada masa lalu melukiskan fenomena ini secara metaforis. Bagi orang Viking, gerhana adalah peristiwa ketika serigala memakan matahari; orang Korea meyakini katak yang memakannya, bukan serigala; dan orang India kuno pun percaya bahwa Iblis Rahu sedang mengirim makhluk berkepala-tanpa tubuh untuk memakan matahari.

Sejalan dengan mayoritas keyakinan di atas, sejak waktu yang sangat lampau, orang Jawa pun meyakini adanya roh jahat saat terjadi gerhana. Mungkin berkali-kali orang mengalami kelainan fisik atau kerusakan mental saat terjadi gerhana sehingga kasus-kasus tersebut terpaksa membuat mereka percaya bahwa terdapat roh jahat saat terjadi gerhana.

Gerhana Matahari Menurut Sains Modern

Namun demikian, keyakinan kuno mengenai gerhana seperti yang kita bicarakan di atas mulai ditinggalkan orang sejak zaman modern. Bangsa Eropa sejak tahun 1400 Masehi (yang dianggap sebagai awal Era Modern) mengajarkan kita untuk memandang benda-benda langit, termasuk matahari, sebagai fenomena alam biasa, tidak ada kaitannya dengan tuhan, dewa, ataupun roh jahat. Lalu, dua ratus tahun kemudian, mereka mulai menjelaskan peristiwa gerhana secara saintifik.

Menurut Astronomi, ilmu atau sains yang menjelaskan tentang fenomena langit, gerhana matahari adalah peristiwa ketika matahari tertutup oleh bulan. Namun demikian, ada perbedaan mengenai bagaimana ketertutupan itu terjadi.

1. Gerhana Matahari Total

Bagi sebagian penduduk bumi, matahari benar-benar tertutup saat terjadi gerhana, karena, pada saat itu, posisi bulan lebih dekat ke mata pengamat sehingga “piringan” bulan tampak lebih besar daripada “piringan” matahari. Fenomena ini disebut “gerhana matahari total.”

Selain itu, posisi pengamat yang berada dalam satu garis lurus dengan bulan dan matahari juga mempengaruhi terjadinya fenomena gerhana jenis ini.

2. Gerhana Matahari Sebagian

Namun demikian, dalam sudut pandang sebagian penduduk bumi yang lain, “piringan” bulan hanya menutupi sebagian dari “piringan” matahari sehingga matahari tampak sebelah gelap dan sebelah terang. Penyebabnya adalah, kala itu, dari sudut pandang pengamat, bulan tidak berada dalam satu garis lurus di antara bumi dan matahari. Fenomena ini disebut “gerhana matahari sebagian.”

Untuk memahami perbedaan antara gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian, perhatikanlah gambar di bawah ini!

Posisi bulan dalam gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian

3. Gerhana Matahari Cincin

Selain itu, ketika bulan relatif menjauh dari sudut pandang pengamat sehingga “piringan”nya tampak lebih kecil daripada “piringan” matahari, menampakkan ke mata pengamat lingkaran gelap “piringan” bulan di bagian tengah dan menyisakan cincin bersinar yang merupakan area matahari yang tidak tertutup bulan, maka fenomena itupun menunjukkan jenis lain dari gerhana matahari sebagian yang oleh sebagian besar orang disebut “gerahan matahari cincin”.

Penampakan gerhana matahari total (kiri), gerhana matahari sebagian (tengah), dan gerhana matahari cincin (kanan)

Gerhana Matahari Menurut Islam

Islam mendukung pandangan sains modern bahwa matahari bukanlah tuhan atau dewa yang memberikan kehidupan; matahari hanyalah satu dari benda-benda langit yang bergerak pada garis edar masing-masing.

Namun demikian, Islam tidak sependapat dengan sains modern yang menganggap benda-benda langit bekerja dengan sendirinya, baik terhadap pandangan sains yang meyakini “Tuhan menciptakan alam lalu beristirahat (karena mesin alam bekerja sendiri setelah diciptakan)”, apalagi dengan pandangan sains yang meyakini bahwa di alam semesta ini hanya ada materi yang bekerja dengan sendirinya, tidak ada Tuhan” (materialisme).

Menurut Islam, Allah menciptakan alam dan terus bekerja-aktif untuk memeliharanya, Allah bukan hanya Al-Khaliq, Yang Menciptakan Alam, tetapi juga Robbul ‘Alamin, Pemelihara Seluruh Alam.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada kita bahwa segala fenomena alam merupakan bukti, tanda, atau ayat keberadaan dan kebesaran Allah. Sepotong hadits dari Syeikh Bukhari menyebutkan:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ

“Sesungguhnya, matahari dan bulan adalah dua tanda dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah”

(HR. Bukhari No. 1044)

Apa yang Kita Lakukan Bila Terjadi Gerhana Matahari?

Karena kita meyakini bahwa gerhana matahari merupakan tanda kekuasaan Allah, maka ketika terjadi gerhana matahari, Islam menganjurkan kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah, dengan mendirikan shalat sunnah dua raka’at, yang disebut dengan shalat kusuf atau shalat gerhana matahari. Nabi Muhammad mengatakan:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” 

(HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904)

Sebagian kecil ulama, yakni Abu Hanifah dan Malik, mewajibkan pelaksanaan shalat ini, yakni dengan sebanyak dua raka’at seperti shalat sunnah biasa dan boleh dilakukan sendiri. Akan tetapi, mayoritas ulama menyatakan hukum melaksanakan shalat ini adalah sunnah mu’akkad, dilaksanakan secara berjama’ah sebanyak dua raka’at dengan menambahkan sekali ruku’ pada masing-masing raka’at.

Adapun mengenai khutbah pasca-shalat gerhana, sebagian ulama menganjurkan, sebagian tidak, dan sebagian hanya menganjurkan untuk memberi nasihat, tidak dalam bentuk formal seperti khutbah.

Demikianlah penjelasan tentang gerhana matahari, yang, mudah-mudahan, dapat memberikan pencerahan pada kita semua yang pada hari ini, tanggal 21 Juni 2020, akan menyaksikan terjadinya gerhana matahari, walaupun gerhana yang kita saksikan merupakan gerhana matahari sebagian.

Belajar Jarak Jauh dengan Telekonferensi Lark Meeting

Belajar Jarak Jauh dengan Telekonferensi Lark Meeting

Pandemi Covid 19 atau Corona telah menggusur kegiatan belajar-mengajar dari sekolah ke rumah dan hal ini memaksa para guru dan siswa mencari aplikasi-aplikasi telekonferensi untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar mereka. Salah satu media telekonferensi yang aman untuk digunakan adalah Lark Meeting. Bagaimana cara instalasi dan penggunaannya? semuanya akan Mister Arie terangkan dalam video tutorial berikut ini.

Cara Menggunakan “Add In Qur’an Kemenag in Word” (Free Download Software)

Cara Menggunakan “Add In Qur’an Kemenag in Word” (Free Download Software)

Berawal dari sebuah software yang muncul pada tahun 2005, yang dibenamkan (add in) ke dalam Microsof Word dan memudahkan kita dalam mencari dan menyalin ayat Al-Qur’an ke dalam dokumen kerja kita, kini Mohamad Taufiq, pengembang software tersebut, digandeng oleh Kementerian Agama dan oleh Khathath piawai dari Lembaga Kaligrafi Al-Quran (LEMKA), Ust. Isep Misbah, untuk membuat sebuah software Al-Qur’an add in Microsoft Word dalam bentuk yang lebih paripurna dengan nama “Qur’an Kemenag in Ms Word”.

A. Perbedaan tampilan

Software Mohamad Taufiq versi 2.2

Pada versi 2.2 ini, tampilan Al-Qur’an Mohamad Taufiq hanya berupa jendela kecil yang muncul di tengah layar setelah kita mengklik menu Al-Qur’an pada menu bar “Add in”.

Software Mohamad Taufiq bersama Kemenag

Nah, adapun Qur’an Kemenag in Ms Word yang dikembangkan oleh Mohamad Taufiq tampil dengan toolbar yang beragam dan menyatu dalam satu pita menu.

Sebetulnya, tampilan ini juga pernah dicobakan oleh Mohamad Taufiq pada karyanya yang terbaru, yakni Qur’an in Ms Word versi 3.0, akan tetapi masih banyak yang perlu disempurnakan dari karya versi tersebut.

B. Manfaat Qur’an Kemenag

Dengan menginstall software ini di komputer kita, ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh:

  1. Kita tidak perlu mengetik ayat al-Qur’an yang ingin kita tulis di dokumen kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencari ayat yang kita inginkan lalu menyalinnya.
  2. Kita dapat menyalin satu atau lebih ayat, bahkan satu surat. Dan bila kita menginginkan, kita bisa menyalin 30 juz Al-Qur’an untuk keperluan kita dengan menggunakan software ini.

C. Fitur-Fitur Spesial

Ada beberapa fitur spesial yang terdapat pada Qur’an Kemenag in Ms Word.

1. Fitur Pemilihan Surat dan Ayat

Dalam Qur’an Kemenag ini terdapat fitur pencarian surat dan ayat yang kita inginkan, surat apa, dari ayat berapa ke ayat berapa.

2. Fitur Pemilihan Menggunakan Terjemah

Setelah kita menetapkan ingin mencari surat apa, dari ayat berapa sampai ayat berapa, software ini menawarkan kita pemilihan apakah kita ingin menyalin terjemah atau menyalin ayat Al-Quran saja.

3. Fitur Mode Ayat

Selanjutnya, fitur mode ayat memberikan kita pilihan:

  1. apakah kita ingin memberikan tanda kurung pada ayat Al-Qur’an?
  2. apakah kita ingin membubuhi nomor pada akhir ayat?
  3. dalam situasi kita juga ingin menyalin terjemahan, apakah kita ingin menyalin terjemahan itu di bawah ayat secara keseluruhan atau kita ingin menyalinnya secara selang-seling, yakni satu ayat diikuti dengan terjemahannya?
  4. apakah kita juga ingin menyalin nama surat beserta nomor ayatnya?
  5. berapakah ukuran font ayat yang ingin kita gunakan?

4. Fitur Gaya Terjemahan

Setelah kita menentukan mode ayat, jika kita ingin menyalin terjemahan, maka kita diberikan tawaran untuk menggunakan beberapa pemilihan fitur:

  1. apakah kita ingin menggunakan terjemahan kemenag 2020?
  2. apakah kita ingin menggunakan tafsir ringkas kemenag?
  3. apakah kita ingin menggunakan tafsir lengkap kemenag?
  4. apakah kita ingin menggunakan tafsir English Sahih International?

Selain pemilihan gaya terjemahan, kita pun dapat menyesuaikan jenis dan ukuran font pada fitur ini.

Singkat kata, Qur’an Kemenang in Ms Word ini merupakan software add in yang sangat kita perlukan untuk menunjang studi atau pekerjaan kita sehingga sangat perlu bagi kita semua untuk mendownload dan menginstallnya di laptop atau komputer kita.

D. Syarat Instalasi

Syarat untuk menginstalasi software ini adalah sebagai berikut:

  1. Word 2010 (minimal), 2013, dan 2016.
  2. Dalam word 2019, fitur search engine kata dalam bahasa ‘Arab tidak berfungsi (pengalaman penulis), mudah-mudahan Sdr. Mohamad Taufiq dapat mengupgradenya untuk word 2019.
Download Di sini

E. Cara Instalasi dan Penggunaan

Untuk cara instalasi dan penggunaan Qur’an Kemenag in Words, kita dapat tonton video berikut:

Menyalin Ayat Al-Qur’an dengan Software Add-in Qur’an ini Word versi Kementerian Agama RI

Menyalin Ayat Al-Qur’an dengan Software Add-in Qur’an ini Word versi Kementerian Agama RI

Sekarang, mencari ayat Al-Qur'an, menyalinnya, lalu menempelkannya di dokumen Ms. Word tidak lagi sulit, karena sudah ada Qur'an in Microsoft Word versi Kementerian Agama RI.

Qur’an in Microsoft Word merupakan program berupa add-in Microsodt Word, pertama kali dikembangkan oleh Mohamad Taufiq sejak tahun 2005 untuk memenuhi kebutuhan umat terhadap pengutipan ayat Al-Qur’an secara benar dan mudah. Pada perkembangan selanjutnya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) (https://lajnah.kemenag.go.id) sebagai satuan kerja di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, yang secara khusus bertugas menjaga kesahihan Al-Quran di Indonesia bekerjasama dengan Mohamad Taufiq untuk menambah beberapa fasilitas seperti Tafsir Tahlili, Tafsir Ringkas, Terjemahan tahun 2002 dan Font Mushaf Standar Indonesia, dengan tetap mempertahankan konten yang ada berupa Terjemahan Bahasa Inggris. Adapun syarat utama yang harus dipenuhi untuk menginstall program ini adalah Microsoft Word 2010, 2013, dan 2016. Dalam pengembangan terakhir ini tersedia fasilitas-fasilitas baru sesuai permintaan pengguna, diantaranya adalah pencarian kata dalam Bahasa Arab.

Tiga Manfaat Bahasa Arab

Tiga Manfaat Bahasa Arab

Dalam sebuah hadits dikatakan, “cintailah Arab karena tiga hal! pertama, karena saya berasal dari bangsa ‘Arab. Kedua, karena Al-Qur’an berbahasa ‘Arab, dan karena bahasa penduduk surga adalah bahasa ‘Arab!”

Kendati, hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim (dalam Al-Mustadrok), Baihaqi (dalam Syu’abul Iman), dan At-Thabrani (dalam Al-Ausath) ini dianggap maudhu oleh kebanyakan ulama, tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat umat Islam dari zaman ke zaman untuk mempelajari bahasa ‘Arab. Apakah sebabnya?

Ada tiga hal yang menyebabkan umat Islam terus mempelajari bahasa ‘Arab, ketiganya merupakan manfa’at yang mereka peroleh karena kemampuan berbahasa ‘Arab.

Manfaat Pertama

Dalam struktur ilmu-ilmu Islam tradisional, bahasa ‘Arab dimasukkan ke dalam kelompok “ilmu alat”. Mengapa disebut demikian? karena kebanyakan referensi agama Islam ditulis dalam bahasa ‘Arab dan, bahkan, bacaan-bacaan doa dalam Islam pun menggunakan bahasa ‘Arab. Oleh karena itu, penguasaan atas bahasa ‘Arab dapat membantu kita untuk mempelajari agama Islam.

Manfa’at kedua

Bahasa ‘Arab adalah bahasa umat Islam pada umumnya. Banyak orang di muka bumi ini berbicara dalam bahasa ‘Arab sehingga penguasaan kita atas bahasa ‘Arab dapat pula membantu kita berkomunikasi dan bersilaturahim dengan lebih banyak orang.

Manfa’at Ketiga

Penguasaan atas bahasa ‘Arab dapat membantu kita untuk tujuan-tujuan praktis seperti ketika kita pergi haji atau ‘umroh, di mana penduduk negeri tempat kita berhaji atau umroh berbicara dalam bahasa ‘Arab sehingga akan sangat membantu jika kita bisa berbicara dengan mereka dengan bahasa ‘Arab.

Pengertian Mudzakkar dan Mu’annats dalam Bahasa ‘Arab

Pengertian Mudzakkar dan Mu’annats dalam Bahasa ‘Arab

Salah satu materi dasar yang harus kita kuasai dalam bahasa ‘Arab adalah materi tentang pembagian kata benda (isim) ke dalam kategori mudzakkar (laki-laki) dan mu’annatas (perempuan).

Mungkin, kalian tidak akan bingung jika manusia atau hewan dikelompokkan dalam kategori “laki-laki” dan “perempuan”, akan tetapi bagaimana jika benda mati juga dikelompokkan ke dalam kategori “laki-laki” dan “perempuan”? Inilah yang menjadi ciri khas dalam bahasa ‘Arab yang tidak terdapat pada bahasa lainnya.

Pengertian Isim

Di dalam bahasa ‘Arab, isim atau kata benda meliputi beberapa hal:

  1. manusia (انسان)
  2. hewan (حيوان)
  3. tumbuhan (نبات)
  4. benda mati (جماد)

Keempat hal ini merupakan elemen yang ada di muka bumi atau bisa kita katakan, segala hal yang terdapat di muka bumi dapat disebut sebagai isim.

Pembagian Isim ke dalam Mudzakkar dan Mu’annats

Dalam bahasa ‘Arab, isim atau segala benda yang ada di dunia ini dikelompokkan ke dalam kelompok “mudzakkar” dan kelompok “mu’annats” dan pemahaman kita atas benda-benda mana yang termasuk “mudzakkar” dan “mu’annats” dapat membantu kita untuk berbicara bahasa ‘Arab secara benar.

Sebab, kata tunjuk (ismul isyaroh) dalam bahasa ‘Arab juga dibedakan antara kata tunjuk yang digunakan untuk menunjuk benda mudzakkar seperti هذا (ini) atau ذلك (itu) dan benda mu’annats seperti هذه (ini) dan تلك (itu). Rumusnya adalah:

  • kata tunjuk mudzakkar + benda mudzakkar, contoh هذا كتاب (ini adalah buku bacaan)
  • Kata tunjuk mu’annats + benda mu’annats, contoh هذه كراسة (ini adalah buku tulis)

Jika kita menggunakan kata tunjuk mudzakkar untuk benda mu’annats maka kita membuat kesalahan gramatikal (لحن) dalam bahasa ‘Arab.

Ciri-Ciri Isim Mudzakkar

Ciri-Ciri Umum Mudzakkar

Secara umum, semua kata benda yang tidak diakhiri dengan huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) termasuk ke dalam kelompok mudzakkar (laki-laki). Contohnya sebagai berikut:

  • دُكَّانٌ (toko)
  • مَقْعَدٌ (bangku)
  • كُرْسِيٌّ (kursi)
  • مَكْتَبٌ (meja)
  • بَابٌ (pintu)

Kalau kita perhatikan secara seksama, maka kita tidak akan menemukan huruf ta’ marbuthoh pada ujung/ akhir dari kosa-kata di atas. Itu artinya, semua kosa kata itu termasuk ke dalam kelompok mudzakkar (laki-laki).

Mudzakkar yang Mempunyai  Ciri Mu’annnats (ة / ـة)

Namun, ada sebagian isim mudzakkar yang diakhiri dengan huruf ta marbuthoh (ة / ـة) dan ini merupakan pengecualian. Contoh dari pengecualian ini adalah nama-nama orang seperti di bawah ini:

  • مَيْسَرَةُ (Maisaroh)
  • أُسَامَةُ (Usamah)
  • مُعَاوِيَةُ (Mu’awiyah)

Ciri-Ciri Isim Mu’annats

Ciri-Ciri Umum Mu’annats

Secara umum, semua kata benda yang diakhiri dengan huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) termasuk ke dalam kelompok mu’annats (perempuan). Contohnya sebagai berikut:

  • كُرَّاسَةٌ (buku tulis)
  • نَافِذَةٌ (jendela)
  • مَدْرَسَةٌ (sekolah)
  • خِزَانَةٌ (lemari)
  • مِنَشَّةٌ (kemoceng)

Kalau kita perhatikan secara seksama, maka kita akan menemukan huruf ta’ marbuthoh pada ujung/ akhir dari kosa-kata di atas. Itu artinya, semua kosa kata itu termasuk ke dalam kelompok mu’annats (perempuan).

Bentuk-Bentuk Khusus Mu’annats

Pada bagian di atas, kita telah mengetahui bahwa, pada umumnya, mu’annats dicirikan dengan adanya huruf ta’ marbuthoh (ة / ـة) pada akhir kosa kata. Namun, sebetulnya, ada sebagian kecil kosa kata mu’annats yang tidak diakhiri dengan tanda tersebut.

Sebagian mu’annats mengambil bentuk khusus sebagai berikut:

  1. Kosa kata dari sebuah benda yang berpasangan. Contoh, sendal (نعل), mata (عَيْنٌ), atau telinga (أُذُنٌ). Benda-benda ini termasuk mu’annats meskipun tidak memiliki ta’ marbuthoh (ة / ـة) pada akhirnya.
  2. Kosa kata Arab yang diakhiri dengan huruf Alif, baik Alif Mamdudah (Alif yang tegak berdiri seperti pada umumnya), yang terkadang diikuti dengan huruf hamzah, maupun Alif Maqshuroh (Huruf ي di akhir kosa kata yang berfungsi seperti fungsi Alif, yakni membuat kosa kata itu  menjadi panjang). Contohnya adalah صَحْرَاءُ (gurun pasir) dan أََفْعَى (ular). Adapun beberapa nama laki-laki yang memiliki tanda mu’annats ini dianggap sebagai pengecualian, contohnya زَكَرِيَّا.
  3. Nama-nama negeri, negara, atau kota. Contohnya إِنْدُوْنِيْسِيَا (Indonesia), مِصْرَ (Mesir), جَاكَرْتَا (Jakarta), قاهِرَة (Kairo).

Untuk memudahkan, berikut infografik mengenai mudzakkar dan mu’annats:

Adapun jika kamu ingin mempelajari mudzakkar dan mu’annats dalam bentuk video, yang pastinya lebih menarik, kamu bisa menonton video Mister Arie berikut:

 

Untuk menambah pengetahuanmu tentang kosa kata bahasa ‘Arab yang termasuk mudzakkar dan mu’annats, silakan menghafalkan kosa kata yang terdapat pada infografik berikut:

 

Demikian, ciri-ciri isim mudzakkar dan mu’annats yang perlu kita ketahui dalam bahasa ‘Arab. Artikel ini tidak lain dan tidak bukan, berfungsi hanya sebagai pengantar. Kalian masih perlu membaca dan menghafal kosa kata dari buku-buku atau kamus-kamus bahasa ‘Arab untuk lebih dapat mendalami kata-kata benda yang termasuk ke dalam mudzakkar dan mu’annats.

error: Content is protected !!