misterarie
Facebook
WhatsApp
Email

Apa itu TPAC (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge)?

tpac learning approach

Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) adalah kerangka kerja fundamental yang menyintesiskan tiga bentuk pengetahuan utama—Pengetahuan Teknologi (TK), Pengetahuan Pedagogi (PK), dan Pengetahuan Konten (CK)—untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan relevan di era digital. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Koehler dan Mishra (2006) sebagai pengembangan dari Pedagogical Content Knowledge (PCK) milik Shulman, dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana seorang pengajar harus mengombinasikan ketiga unsur ini dalam konteks pembelajaran.

Interaksi Tujuh Area Pengetahuan

TPACK menggambarkan pengetahuan pengajar yang efektif bukan hanya sebagai penguasaan teknologi, pedagogi, atau materi ajar secara terpisah, tetapi sebagai sintesis unik dari ketiganya. Kerangka ini terbagi menjadi tujuh area pengetahuan yang saling berinteraksi:

  • Tiga Pengetahuan Dasar: Content Knowledge (CK) (penguasaan materi ajar), Pedagogical Knowledge (PK) (pengetahuan metode mengajar dan manajemen kelas), dan Technological Knowledge (TK) (pemahaman dan kemampuan menggunakan hardware dan software serta teknologi baru).

  • Tiga Irisan Pengetahuan: Pedagogical Content Knowledge (PCK) (memilih metode yang tepat untuk konten tertentu), Technological Content Knowledge (TCK) (memanfaatkan teknologi untuk merepresentasikan konten dengan cara baru, misalnya melalui simulasi), dan Technological Pedagogical Knowledge (TPK) (memahami bagaimana teknologi dapat mendukung tujuan pedagogis, seperti online learning).

  • Sintesis Akhir: TPACK sendiri merupakan integrasi tertinggi dari semua komponen tersebut, yang memungkinkan guru mendesain pengalaman belajar secara khas untuk mengajarkan konten tertentu secara efektif menggunakan teknologi yang sesuai.

siswa belajar dengan komputer

Urgensi dan Sintak Penerapan TPACK

Pendekatan TPACK sangat urgen di era digital (Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0) karena teknologi telah menjadi sumber belajar tanpa batas dan guru dituntut untuk mengoptimalkan pembelajaran guna mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, seperti 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication) dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Penerapan pembelajaran berbasis TPACK dapat dilakukan melalui lima langkah utama (sintak):

  1. Identifikasi Kompetensi (Pre-Planning): Merancang pembelajaran dengan mengintegrasikan Kompetensi Dasar (CK), Metode (PK), dan Teknologi (TK) yang akan digunakan.

  2. Pemilihan Teknologi (Technology Selection): Menentukan alat bantu digital (seperti Canva, Google Classroom, atau Kahoot) yang paling relevan untuk memperkuat tujuan pembelajaran.

  3. Aktivitas Pembelajaran Interaktif (Implementation): Mengombinasikan C, P, dan T dalam strategi pengajaran (misalnya Project-Based Learning atau Flipped Classroom).

  4. Evaluasi dan Refleksi (Assessment & Reflection): Menilai efektivitas (baik formatif maupun sumatif) menggunakan alat digital dan mendorong refleksi diri siswa (e-Portfolio).

  5. Penguatan dan Pengayaan (Follow-Up): Memberikan tindak lanjut (remediasi atau tantangan eksplorasi lanjutan) sesuai kebutuhan belajar individual siswa.

Penerapan dalam Pelajaran PAI

Dalam materi Akhlak Terpuji (Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathanah), guru menerapkan model Project-Based Learning dan Blended Learning (PK). Guru menggunakan YouTube untuk menampilkan kisah keteladanan (TK) dan meminta siswa membuat video singkat menggunakan CapCut atau Canva (TK) yang mengontekstualisasikan sifat Rasulullah (CK) dalam situasi sehari-hari (Meaningful Learning). Tugas dan refleksi dikelola melalui Google Classroom, dan evaluasi dilakukan dengan Kuis Kahoot, memastikan integrasi teknologi, pedagogi, dan konten berjalan harmonis.

Scroll to Top