sahabat pai logo new
Facebook
WhatsApp
Email

Perbedaan antara Problem-based Learning (PBL) dan Project-based Learning (PjBL)

Pembelajaran Berbasis Masalah PBL

Berikut ini adalah penerapan Problem-based Learning (PBL) dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Aspek Problem-Based Learning (PBL) Project-Based Learning (PjBL)
Titik Awal Dimulai dengan masalah (problem) yang ill-structured (tidak terstruktur/kabur). Dimulai dengan proyek yang menghasilkan produk akhir.
Fokus Utama Pemecahan masalah (mencari solusi, hipotesis, dan alasan di baliknya). Produk atau Karya yang dirancang (merencanakan, membuat, dan mempresentasikan).
Tujuan Akhir Mendapatkan pemahaman mendalam tentang konsep atau prinsip yang relevan dengan masalah tersebut. Menyelesaikan proyek nyata dan menghasilkan produk nyata (model, laporan, kampanye, aplikasi).
Durasi Cenderung lebih singkat (bisa beberapa jam hingga beberapa hari) dan sering kali berulang. Cenderung lebih panjang (beberapa minggu atau bulan) dan melibatkan banyak tahapan.
Peran Produk Produk (jika ada) hanyalah dokumentasi atau presentasi solusi. Produk adalah inti dari keseluruhan proses pembelajaran.
Pertanyaan Pemandu "Apa yang terjadi, dan mengapa?" (Fokus pada analisis dan diagnosis). "Bagaimana cara membuat produk ini?" (Fokus pada perencanaan, desain, dan eksekusi).

Ringkasan Singkat:

  • PBL adalah tentang menganalisis dan memahami masalah yang kompleks untuk menemukan solusi konseptual.

  • PjBL adalah tentang merancang dan menciptakan produk nyata melalui proses kerja yang terstruktur.

Keduanya sama-sama menekankan pembelajaran aktif, otentik, dan berpusat pada siswa. Seringkali, proses PBL bisa menjadi bagian awal dari proses PjBL.

Scroll to Top