Teori Pendukung | Konsep Kunci dan Kaitannya dengan PBL | Analogi Sederhana |
1. Jean Piaget (Perkembangan Kognitif) | Siswa adalah penjelajah aktif yang selalu ingin tahu. Belajar terjadi saat mereka mengubah pengetahuan lama untuk menyesuaikan dengan pengalaman baru (asimilasi & akomodasi). | Anak yang terus mencoba dan salah dalam merakit mainan baru sampai ia paham cara kerjanya. |
2. Lev Vygotsky (Sosial-Konstruktivisme) | Interaksi sosial sangat penting. Belajar paling efektif terjadi dalam Zona Perkembangan Proksimal (ZPD)—yaitu, tugas yang sedikit terlalu sulit untuk dilakukan sendiri tetapi bisa diselesaikan dengan bantuan (guru/teman). | Seorang kakak membantu adiknya naik sepeda, sampai si adik bisa mengayuh sendiri. |
3. Jerome Bruner (Discovery Learning) | Belajar adalah proses penemuan kembali secara aktif. Siswa diajarkan melalui penalaran induktif (penyelidikan) dan diberikan “Scaffolding” (bantuan bertahap) untuk memahami konsep inti. | Siswa menemukan sendiri aturan matematika setelah mencoba memecahkan beberapa contoh soal yang berbeda. |
4. John Dewey (Kelas Laboratorium) | Sekolah adalah cerminan dunia nyata. Kelas harus menjadi laboratorium tempat siswa terlibat dalam proyek dan pemecahan masalah otentik yang relevan dengan minat mereka. | Kelas bukan hanya tempat mendengarkan, tapi tempat siswa “bereksperimen” menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. |
PBL berhasil karena menggabungkan ide bahwa siswa adalah pembangun pengetahuan (Piaget & Bruner), bahwa bantuan sosial mempercepat perkembangan (Vygotsky), dan bahwa belajar harus praktis dan relevan dengan kehidupan nyata (Dewey).
Baca juga: Kontekstualisasi Problem-based Learning
Baca juga: Teori Yang Melandasi Problem-based Learning