misterarie
Facebook
WhatsApp
Email

Konsep Kunci Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Pembelajaran Berbasis Masalah PBL

Problem-based Learning (PBL) yang berarti “Pembelajaran Berbasis-masalah” adalah pendekatan pembelajaran partisipatif yang bertujuan memberikan pengetahuan baru kepada peserta didik melalui proses penyelesaian suatu masalah. Pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan realistis karena dimulai dengan masalah yang penting dan relevan bagi peserta didik.

Karakteristik Utama PBL (Menurut Barrow):

  1. Berpusat pada Siswa (Learning is student-centered):
    • Proses pembelajaran berorientasi pada siswa (peserta didik) sebagai pembelajar aktif.
    • Didukung oleh teori konstruktivisme, mendorong siswa mengembangkan pengetahuannya sendiri.
  2. Masalah Otentik sebagai Fokus (Authentic problems form the organizing focus for learning):
    • Masalah yang disajikan harus otentik (nyata, objektif, tidak fiktif) agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.
    • Masalah harus bersesuaian dengan kurikulum, disesuaikan dengan peralatan yang tersedia, dan realistis dengan fakta di lingkungan sekitar siswa.
  3. Akuisisi Informasi Melalui Belajar Mandiri (New information is acquired through self-directed learning):
    • Siswa didorong untuk mencari sendiri (belajar mandiri) pengetahuan prasyarat atau referensi yang relevan melalui berbagai sumber ilmiah untuk memecahkan masalah.
  4. Pembelajaran dalam Kelompok Kecil (Learning occurs in small groups):
    • Dilaksanakan dalam kelompok kecil untuk memfasilitasi interaksi ilmiah, tukar pemikiran, dan kolaborasi dalam membangun pengetahuan.
    • Kelompok harus memiliki pembagian tugas dan penetapan tujuan yang jelas.
  5. Guru sebagai Fasilitator (Teachers act as facilitators):
    • Peran utama guru adalah sebagai fasilitator, yang bertugas memantau perkembangan dan mendorong siswa untuk mencapai target pembelajaran.
Scroll to Top